Lagi menunggu check in di Airport Hotel Kyraid Tanggerang Selatan setelah melakukan perjalanan panjang lintas provinsi dari malang ke jakarta dengan trans 27 sejak jam 6 sore kemarin. Memilih menginap disini karena kami akan melakukan flight panjang keesokan harinya menuju Istanbul dan akan transit seharian di Dubai, hingga nanti lanjut ke Saudi Arabia. Ini adalah perjalanan panjang pertama setelah 10 tahun vakum tidak pernah pergi ke luar negeri.
Nggak tau kenapa terus kepikiran untuk menulis hal-hal terkait perjalanan ini secara apa adanya di blog yang rasanya udah penuh debu dimana-mana. Kangen banget nulis disini! Tapi rasanya sosial media lainnya udah menyedot banyak waktu hingga rasanya nggak sempat untuk menulis panjang disini. Tapi tapi karena sebenarnya selama perjalanan saya ingin banyak offline dulu dari instagram, jadi mungkin akan menyempatkan menulis segala hal yang dirasa disini. Mungkin nanti akan menulis di pesawat, dikereta, di metro, di saat menunggu, atau di momen apapun. Tapi intinta saya lagi mengizinkan diri untuk menulis apapun yang ingin dia tulis, meski sebenernya bagian dirinya yang lainnya (apaan sih ghe mulai gajelas wkwk), pasti akan merasa banyak yang gatel direvisi-revisi sinceee udah nggak nulis disini sejak beberapa tahun lalu.
Jujur deg-degan banget ketika finally apa yang di-plan dari jauh jauh hari ini akan menjadi nyata segera. Mungkin berhari-hari kedepan akan banyak hal baru yang akan dihadapi dan tentu bikin degdegan, cemas, khawatir, dan excited dalam satu waktu. Apalagi sebenarnya beberapa hari sebelum keberangkatan ini ada sebuah kejadian cukup berat yang qadarullah terjadi dan membuat perjalanan yang awalnya terasa sudah sangat well plan menjadi harus lebih banyak bertawakkal.
Sebelum kejadian, perjalanan ini awalnya mungkin masih banyak ambisi duniawi (pengen kesana kesini), setelah kejadian tersebut rasanya cuma pengen lebih mendekat kepada Allah. Lebih berserah, lebih pasrah, yaaah tetap mengupayakan yang terbaik dan terus berdoa tapi jadi lebih percaya bahwa apa yang terjadi nantinya adalah yang terbaik dari Allah.
Baru aja baca postingan temen di instagram (mba @delifatimawati), yang juga habis merasakan bahwa manusia tuh memang bisanya berencana, tapi nyatanya sesuatu yang terlihat pasti kalo menurut Allah bukan itu maka yaudah bukan itu. Kejadian tersebut terjadi sekitar 5 hari yang lalu, bener-bener di tengah hectic keberangkatan. Setelah hari pertama sok tegar dan sok kuat, besoknya mulai menyadari bahwa manusia ini butuh waktu untuk merasakan sedihnya. Tapi karena kejadian ini juga, hampir setiap sholat pasti berurai airmata, dikasih Allah keajaiban kecil juga udah aja mata rasanya panas mo nangis (nulis ini punn!!), rasanya kayak banyak hal kecil yang selama ini nggak bener-bener kerasa maknanya kalo kejadian besar ini nggak terjadi. Kejadian yang menyakitkan tapi ternyata punya banyak hikmah.
Kata mba Delia tadi, "Bersyukur dan beruntung sekali sebagai seorang muslim, karena semua urusannya adalah baik. Jika mendapat kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapat kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya". Dan namanya bersabar itu, di beberapa kondisi rasaya tidak semudah itu dilakukan, butuh latihan, butuh penerimaan, dan butuh proses. Tapi ketika sudah bisa berdamai rasanya beda sekali. Rasanya jadi semakin yakin bahwa manusia ini nggak akan bisa apa-apa tanpa kuasa Allah. Dan rasanya, mungkin kondisi ini yang terbaik untuk perjalanan ini. Perjalanan traveling yang semoga tidak sekedar menjadi perjalanan biasa tapi juga menjadi momen spiritual untuk saya sendiri bisa lebih mendekat dengan benar-benar dekat dari hati.
Saat masalah ini terjadi tentu saya ceritakan apa adanya pada kafa, semua kondisinya, cerita sambil nangis wqwq karena harus menjelaskan bahwa mungkin perjalanan ini nggak akan bisa seperti yang di plan di awal, akan ada banyak hal yang harus di adjust. Karena ceritanya sambil berderai air mata, kafa memeluk saya dan bilang gapapa banget untuk apapun kondisnya nanti, insyallah dia juga akan berusaha menyesuaikan bahkan dia juga bilang akan membantu sounding kepada Nada, adiknya. Terus yang paling bikin ngakak adalah dengan asbun-nya (read : asal bunyi) dia bilang "Bunda harusnya bersyukur Allah masih kasih bunda cobaan biar lebih banyak mengingat Allah, biar bunda nggak jadi firaun" 😭😭😭 mo nangis tapi pengen ketawa karena kenapa tiba-tiba ada firaun ditengah obrolan kita huaaaa... Tapi benar juga sih, dengan ujian ini semoga dijauhkan dari perasaan merasa bisa sendiri dan kesombongan-kesombongan apapun itu.
“Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang menyombongkan diri.” (QS. An Nahl: 23)
Balik lagi ke cerita tentang hari keberangkatan perjalanan panjang ini. Diantara beragam hal berat yang terjadi, rasanya terharu, karena banyak sekali yang kemarin mengantar kami berangkat, padahal sejujurnya kami nggak pengen banyak cerita kemana-mana. Meski kebanyakan ya sodara sendiri tapi tetep aja terharu karena udah menyempatkan waktunya huhuhu. Bahkan ibuk, mba firdha, mas fatieh, hazbi dan veren jauh-jauh jemput kami ke Bandulan untuk anter ke pool bus di soekarno hatta.
Kemudian ada Rina dan Darin yang tiba-tiba muncul bawa segambreng makanan, Pak antok dan mba Citra yang juga tetiba hadir nyempetin jauh2 buat ngasih kita makanan dan perbekalan (padahal kita udah makasih banget karena udah dipinjemi ihram buat kafa), dan Mama Lil yang tetiba dateng setelah salah pool nunggu kami di terminal Arjosari, they just sooo kind!
Terharu banget huhuhu, mo nangezzzz.. Begitu banyak orang dengan perhatian-perhatiannya yang berarti banget untuk kami, apalagi di kondisi saat itu, mereka memberi banyak wejangan dan doa tulus untuk kami. Rasanya kedatangan mereka itu menyadarkan bahwa kami beruntung banget punya banyak support system yang luar biasa. Nulis ini jujur udah panas banget matanya karena mau nangis HUHUHU, masyaAllah tabarakallah. Allah baik memperjalankan mereka semua kepada kami, sehingga kami tidak kekurangan bahkan berlimbah tanpa harus beli beli seseuatu untuk perjalanan. Semoga semua ini jadi kebaikan untuk mereka semua. Ohya bahkan ada onty bella yang bisa-bisanya ngirimin beragam hal untuk kami disertai ucapan doa yang super duper hangat. Thoughtful sekali! Terimakasih huhuhu.
Sebelum berangkat, kami nyempetin sholat maghrib di masjid alghifari, disebrang pool bis sambil lari-lari karena jujur waktunya mepet banget, pas kelar sholat busnya udah dateng jadi proses peluk-pelukannya berlangsung super duper cepat dan Nada menangis kenceng banget karena dia terharu sama semua itu. Sampe bus jalan masih jauh dia juga masih sedih banget "seharusnya kita pergi umrohnya sama semua orang, nada sayang sama semuanya, nada perasaannya sedih sekali". Perasaan jujur dengan kesedihan yang valid, dia mengalami banyak perasaan sekaligus saat itu.
Tapi Alhamdulillah, ini adalah long trip dengan bus pertama anak-anak, biasanya kita memang sering road trip ke jakarta tapi naik mobil yang bisa dengan mudah berhenti-berhenti, ini harus belajar berkompromi dengan jadwal bus, yang tiba-tiba makan malam dini hari lah, kalo pengen buang air ga bisa tiba-tiba menepi ke rest area terdekat melainkan harus buang air di bus yang berjalan, ini semua tentu pengalaman baru buat mereka. Merasakan bahwa hidup nggak selalu tentang kenyamanan tapi memang mereka harus belajar untuk beradaptasi.
Meski perjalannnya panjang bener, dari jam 6 sore sampai jam 9.30an pagi (karena kita turun di pemberhentian terakhir), alhamdulillah mereka kondusif, ceria, meski ada laaaah debat kecil antara kaka adek tapi all is well. Apalagi trip ini juga bersama Lintang, Mei dan Ontyas yang siap menjadi bala bantuan menemani anak-anak ini. Ohya kami turun di terminal Poris yang cukup wow gitu kondisinya, bukan tempat yang nyaman untuk geret koper segambreng kami tapi yagapapa, memang perjalanan ini adalah edisi mensyukuri dan menikmati apapun kondisinya. Jadi selama ndorong koper ke pintu masuk terminal, nunggu gocar, anak-anak koperatif, Lā haula wa lā quwwata illā billāhil 'aliyyil azhīm.
Lalu kebaikan Allah kembali terasa saat kami sampai di hotel transit ini, awalnya agak worry karena baca review mapsnya yang kurang oke, katanya resepsionisnya kurang ramah dan mereka juga agak kurang suka sama orang yang dateng kecepetan (kayak kami tadi), jadi dari awal udah set pemikiran bahwa waaah kayaknya agak ada tantangan deh, jadi ntar gimana aja diterima deh. Surprisingly mereka semua ramah banget! Mempersilahkan kami menunggu di lobby, taman, area kolam renang, dan juga mengabarkan bahwa misal nanti ternyata kamarnya ready lebih cepat kita bisa early check in.
Dan... ta-da! Jam 12 kami sudah boleh masuk ke kamar! MasyaAllah Tabarakallah, hal kecil yang terasa besar ketika menggantungkan semua ke Allah dan pasrah aja. Kita jadi bisa istirahat kilat, sholat dzuhur dan ashar, kemudian jalan kaki cari makan disekitar. Dan ini juga kita set low expectation untuk makan kita, tapi ternyata dapet tempat yang mbaknya ramah baget, kita makan bakso iga, bebek bakar hitam, ayam goreng lengkuas dan nasi goreng. Harganya masuk akal. Tempatnya walking distance dari hotel, kayaknya nggak sampe 5 menit, cuma lokasi jalannya aja yang panas terik dan debu. Tapi selebihnya oke aja. Semua dibuat oke aja pokoknya wqwqwq.
Btw bersyukur sekali dan merasa senang (sekaligus lega!) karena tiba-tiba bisa buka blog ini lagi, tadi awal nulis di loby waktu nunggu check in, tapi kemudian dituntaskan di kamar setelah maghrib sambil merefleksi dan terharu sendiri tentang perjalanan hari ini.
Aneka hal yang tiba-tiba aja padahal tadi ga dibawa :")
Mungkin perjalanan ini memang tidak dimulai seperti yang kami rencanakan. Tapi semoga justru dimulai dengan cara yang Allah inginkan: dengan lebih banyak berserah. Entah apa yang akan kami temui dalam perjalanan ini. Untuk sekarang, rasanya cukup melangkah sambil percaya bahwa Allah akan menemani. Semoga perjalanan ini bukan hanya membawa kami ke tempat-tempat yang jauh, tapi juga membawa hati kami semakin dekat kepada-Nya.
Oh Allah, temani kami dan bimbing kami disetiap perjalanan kami nantinya. Perjalanan yang sudah kami inginkan sejak lama, perjalanan yang menjadi bagian dari impian kami. Menuju rumah-Mu. Bersama suami dan anak-anak, serta tim yang seperti sahabat dan saudara.
Makan malam didepan hotel, mie ayam dan bakso~
Tanggerang Selatan, 3 September 2026
With Love,
Ghea Safferina <3
Sejujurnya udah lama banget pengen singgah ke rumah papermoon yang sepertinya didalamnya banyak berisi karya-karya penuh makna dari artist-artist keren yang kalo ngejarin sesuatu tuh pakai hati. Cuma ternyata selama ke jogja berkali-kali sejak punya plan kesini tuh belum berjodoh terus. Dari awal menikah mau liburan ke jogja sampe akhirnya punya anak dua, baru muncul tuh kayaknya hilal bisa singgah ke tempat ini.
Salah satu cara biar bisa mampir ke workshop papermoon itu dengan menginap di papermoon residency house. Yap! Mereka sekalin punya workshop juga punya penginapan atau rumah yang sebenernya untuk para artist atau tamu-tamu mereka tapi juga mereka sewakan untuk umum selama ada kamar kosong. Tentu ini adalah pilihan menarik dan pas ngajuin tempat ini ke salah satu penginapan tujuan langsung di approve sama baba. Yey, bookinglah lewat link wa yang ada di bio mereka, cek IGnya disini yaah.
Rencana menginapnya tuh waktu saya sama wuffy family kebetulan ada acara di jogja, terus pulangnya kita berencana extend sekitar 10 harian untuk mencari inspirasi dan family time dengan pindah-pindah penginapan setiap hari. Jujur ini udah hampir 2 tahun berlalu belom di post sama sekali di blog, jadi semoga postingan papermoon ini akan menjadi pembuka jurnal perjalanan wuffy family di jogja. Telat gapapah lah, yang penting usaha mendokumentasikan perjalanan dalam cerita yang semoga bisa dinikmati anak-anak kami suatu hari nanti.
Kami datang kesini siang hari, jujur dulu di dua tahun lalu merasa papermoon ini jauhhh banget dari jogja karena pas itu kita belum ada hilal akan buka wuffyspace di bantul! Bahkan kayaknya pas itu belum launching wuffyspace pertama deh, eh siapa sangka di beberapa tahun kemudian kami ada project di daerah bantul sini yang saat menulis postingan ini, rasa-rasanya papermoon cukup dekat deh dari jogja hahaha, udah berubah prespektifnya. 20 menitan lah dari wuffyspace bantul, dan bahkan sepertinya lebih deket papermoon kalo dari jogjanya.
Waktu kami dateng tuh lagi hujan gerimis tipis gitu, kami disambut sama salah satu penjaganya yang dengan ramah mengantar kami untuk room tour dan sedikit bercerita tentang tempat ini.
Kami juga diberi informasi bahwa boleh banget pakai dapur selama setelah pakai diberesin lagi. Jadi semua fasilitas boleh pakek, selfservices, dan bertanggung jawab. Beliau nggak lama menjelaskan terus pergi lagi.
Hari itu yang menginap cuma kita dan ada satu anak yang lagi internship di papermoon seorang ilustrator kalo nggak salah yang jago gambar, tapi kami ga sempat ketemu. Cuma sempat intip karyanya yang emang bagus.
Anak-anak seneng pas awal datang mereka berkegiatan macam-macam. Nada merangkak kesana kemari, kafa ngegambar-gambar dan grounding, dan saya... kembali bekerja dengan suasana syahdu bau tanah yang abis kena hujan, wangi Petrichor yang menenangkan banget.
Malamnya kami pesan makanan online karena males keluar dan nggak punya bahan juga untuk dimasak. Kami pesan magelangan, mie lethek, lengkap sama jeruk angetnya juga karena malam itu juga masih gerimis syahdu gitu. Jadi makin cocok makan anget-anget. Makannya di ruang makan papermoon yang tempatnya instagramable dan berasa lagi ke ke cafe ala jogja.
Kami lanjut family time sampe kemudian segera tidur karena besok rencananya pagi-pagi mau ke workhsopnya papermoon sebelum kemudian lanjut ke aneka jadwal berikutnya. Jadi sengaja nggak mau capek-capek karena sadar traveling sama anak balita dan toddler ini butuh tenaga ekstra. Senang meski capek, dan kami tuh yakin perjalanan ini insyallah jadi tabungan pengalaman dan kelekatan bagi anak-anak. Selebihnya silahkan intip beberapa foto yang sudah saya jadikan scrapbook karena sekalian mau dicetak buat jurnal printout.
Semoga bisa istiqomah melanjutkan aneka postingan perjalanan wuffy family dalam traveling dan perjalanan memulai usaha yang penuh lika-liku ini hahaha.
Mampir ke happy project kami disini :
- Wuffyland, aneka produk mainan edukasi anak
- WuffySpace, all in one place for family. Cafe, playground, kids class, curated store.
Tuesday, April 11, 2023
Pergi Sendiri Setelah 5 Tahun Jadi Ibu, Gimana Rasanya? Cerita Perjalanan Awal ke Jakarta
Dulu setiap ditanya orang tentang perbedaan setelah menikah dan masih sendiri, saya selalu bilang nggak terlalu ada perbedaan siginifikan antara keduanya. Tapi kalo pertanyannya diganti jadi perbedaan setelah punya anak? Pasti saya akan jawab.... banyak banget bedanya!
Ini udah tahun ke 5 saya jadi ibu. Rasa-rasa yang kadang masih kayak percaya ngga percaya. Hari-hari rasanya penuh dengan hal baru, rasa ketidaktahuan, kebingungan, keresahan, yang nggak bisa serta merta di pause dan harus terus aja jalan karena kita nggak menjalinya sendirian. Tapi sebenernya semua itu sepaket dengan aneka kebahagiaan yang datang dari hal-hal sederhana dari kehidupan sehari-hari dari anak-anak kita yang kadang cukup terekam oleh hati dan mata kita aja.
Meski tau-tau sudah punya dua anak (....haha ini baru sadar belum pernah cerita tenatng Nada yang gimana-gimana disini, but soon will be! Agar ketika anak-anak itu baca blog bundanya tidak ada perasaan kecewa dan merasa iri 🤣) tapi tetep loh, masih sering merasa clue-less dengan parenthood dan motherhood lyfe ini. Bahkan nggak jarang (...alias sering) di moment-moment tertentu pas lagi banyak tuntutan kerja, saya tuh mendadak jadi kayak mudah sedih dan tiba-tiba mempertanyakan sendiri pilihan-pilihan hidup yang saya pilih lalu merutukinya. Seperti, kenapa ya kok saya tuh milih sibuk ngurus kerjaan? Jangan-jangan saya bukan ibu yang baik yang bisa pintar bagi waktu bagi anak saya? Kenapa ya saya maunya semua dikerjain sendiri dan nggak pakek ART? Jangan-jangan ini juga bikin rumah ga beres-beres terus saya stress (while di lain kesempatan saya pernah coba pakai ART tapi malah kehilangan kesenangan beres-beres), dkk dkk dkk... aneka keruweutan pikiran yang saya dan pikiran saya bikin sendiri. Yaa gitu lah yaaa..
Tapi kadang, pas di runtut kebelakang, hari-hari dengan pikiran berat itu terjadi ketika saya kehilangan kendali atas hari saya lalu merasa tak berdaya. Misal nih, kebanyakan scrolling sosmed, berujung tidur kemalaman, bangun agak kesiangan dikit, terus semua jadi keburu-buru, nggak sempat dini hari journaling yang biasanya selalu berhasil menetralkan perasaan, lalu ke-skip juga bikin daily task sehingga hari itu terasa bingung dan semua jadwal berantakan. Kalo udah gitu, alamat.... udah aja seharian bingung, gelisah, merasa kurang ini itu, dan bisa berefek kemana-mana kalo nggak ada penerimaan akan... 'yhaaa sometimes emang hidup begini, yuk per-jam ini kita kembali produktif'... dan kita evaluasi tuh awalnya apa, oh ternyata kmrn kebanyakan main hp, berarti kiat coba kurangi screen time dan lebih fokus meraih target-target harian agar tidak terlena! (ngomongnya mudah, semoga eksekusinya tidak susah eaeaea haha)
Oke kembali ke judul yang ternyata selalu melenceng kejauhan. Jadi, beberapa hari yang lalu saya tiba-tiba harus ke Jakarta untuk sebuah project super duper seru (will be spoile it soon!) dan hari rabu malam saya baru dapat telfon 'bisa ngga kalo jumat ke Jakarta?' bener-bener semendadak itu yang kalo harus berangkat full team romongan sirkus pasti akan effort prepare dan lain-lain, sementara urusan disana juga kayaknya butuh sat-set-wat-wet dan agile. Jadi setelah berdiskusi dengan baba, minta izin, membahas ini itu itu.. diputuskan buat saya berangkat sendirian tapi harus ditemeni orang lain, dan tentu saja langsung ngajak Lintang yang langsung meng-iya-kan ditengah kita juga sebenernya ada event Pasar Santai selama 10 hari kedepan (dimulai dari hari kamis itu).
Rabu malam itu saya langsung cari tiket ke Jakarta, karena dadakan ada beberapa agenda yang belum bisa digeser waktunya, jadi kita pilih kereta terakhir yang mana itu adalah majapahit dengan kursi 90 derajat yang cukup menantang karena kita akan melakukan perjalanan 13 jam, tapi tapi tapi... bukannya dari dulu tiap ke jakarta naik kereta semacam ini? Bahkan zaman dahulu kala malah matarmaja yang 3-2 gitu kursinya, lebih menantang. Jadi kursi ini? oh.. insyaAllah bisa dibuat nyaman selama kita neriman (ea-ea-ea)
Kamis pagi packing dan malamnya sebelum maghrib udah OTW stasiun setelah sebelumnya menitipkan kafa nada ke FF Family yang super duper baik banget menampung keluarga kecilku saat kami pergi, sehingga perpisahan sebelum berangkat ini bisa less drama, anak-anak melepas keberangkatan saya dengan suka cita karena mereka pun happy akan main sama sepupunya.
Awal masuk stasiun jujur perasaan agak mixed feeling, sebagian rasanya haru dan deg-degan karena ninggalin keluarga kecilku pertamakalinya setelah 5 tahun! Terutama Nada sih.. kayaknya 2 tahun ini ga pernah terpisahkan karena dia direct breastfeeding kan... Dan ini kebetulan momentum sekalian nyobain nyapih.
Tapi terhibur sama stasiun yang sekarang bagus banget! Fasilitasnya nyaman, musholla bersih, kamar mandi oke, nggak perlu naik turun tangga karena semua bisa dengan eskalator, cihuuy~ Kita sholat dulu begitu awal masuk terus langsung ke arah kereta. Keretanya super ontime dan kita langsung masuk buat buka didalam biar tenang ngga was-was takut ketinggalan kereta.
Selama perjalanan, yang biasanya sambil kejar-kejaran sama anak, entertain mereka agar tidak bosan atau mangku kalo udah pada tidur, kemarin saya bisa buka leptop, ngerjain kerjaan, dan bikin album jurnal mereka. Hal-hal simpel yang bikin saya happy.
Alhamdulilahnya kereta ngga terlalu ramai, kami duduk di kursi 4A dan 4B, nah sepertinya orang yang seharusnya duduk di 3A dan 3B ini dari awal pilih pindah tempat duduk karena emang banyak free seat di tempat lain-lainnya, cuma naruh tas aja diatas kursi kami terus pindah. Jadi kami bisa leluasa gerak, tidur, selonjoran, dkk. Ohya hal kurang nyamannya cuma saya lupa kalo kereta itu dingin, lupa nggak bawa baju proper. Untung ada kaus kaki lumayan mengurangi dingin tapi selebihnya itu dingin banget sih.
Ohya, kereta sekarang tuh bersih banget! Ternyata ngga cuma di statsiun kita lihat petugas yang super tanggap beberes, tapi di kereta juga. Beberapa saat sekali ada petugas yang lewat buat ngangkat sampah. Lalu tiap kita ke kamar mandi rasa-rasanya abis dibersihkan karena bahkan sisa air aja terlap gitu loh, dan baunya juga harum. No bau bau club lagi toiletnya.
Sampai di Jakarta
Kereta datang sesuai jadwal. Kami turun di stasiun jatinegara, rencana mau naik gocar buat ke daerah cipete. Tapi ternyata waktu turun kedepan, rame banget banyak taxi, ojek, dan riweuh banget gitu lah pokoknya. Kami sempat jalan cukup jauh buat siapa tau bisa cari gocar agak jauhan, tapi ternyata ngga ada tempat yang terlihat aman dan nyaman buat mencari. Jadi mendadak decide buat balik aja naik opsi kendaraan lain, dan kami pilih naik KRL.
Cek maps, nanya-nanya ke petugas, kamipun masuk ke KRL. Eh ternyata awalnya kami sempat salah arah padahal udah masuk kedalam kereta, nunggu lama dan berdiri berdesakan, tapi untung langsung sadar begitu tau stasiun pemberhentian berikutnya itu berlawanan dengan tujuan kita. Langsung turun dan menunggu kereta beriktunya dengan arah yang berlawanan. Ternyata emang keretanya lagi kayak beda jalur dengan petunjuk gitu deh hahaha.
Kami turun di stasiun sudirman, lalu keluar sebentar buat pindah lagi ke halte MRT Dukuh Atas BNI, nah semua arah ini sebenernya udah ada yah di google maps jadi kita tinggal ngikutin aja. Canggih kok google maps, dan seru gitu udah ada stop-stopnya akan kemana aja, harus jalan seberapa, dkk.
Baru tau kalo perjalanannya melewati lorong bawah tanah yang artsy sekali, katanya sih citayam fashion week itu dilangsungkan disekitaran sini. Alhamdulillah terakhir ke jakarta udah sempat naik MRT, yang meski sekilas tapi udah jadi tau harus kemana dan gimana. Jangan lupa buat beli e-money karena semua disini cashless. Inget banget waktu akhir tahun lalu ke jakarta tuh kita ga bisa beli e-money. Mau beli manual ga bisa, mau beli online (sebenernya ada mesinnya), tapi karena stasiunnya di bawah tanah, signalnya kurang bagus jadi ga bisa payment pakai digital (padahal kami pakai simpati). Terus kalo mau pakai mesin bisa pakai uang tunai tapi harus pecahan 50rb sementara kami pas itu ga punya. Jadi ya.... bhay.
Kalo kartu yang kami pakai sendiri ini beli di stasiun cipete, di mesin pakai emoney dan berhasil karena letak stasiunnya diatas, jadi nggak dibawah tanah. Terus kartunya tuh kartu aja yah, nggak ada saldo. Pas itu kami topup kartunya pakai tokopedia.
Oke itu urusan perkartuan aman, kami tinggal nunggu MRT datang aja dan akan turun beberapa stop ke stasiun cipete. Sebenernya naik MRT terbilang lebih mudah dari KRL karena nggak banyak rute, udah kayak pasti-pasti aja arahnya. Dan ternyata momen bisa jalan jauh yang kayaknya kalo kemarin ketemu temen 'eh wow kalian dari malang langsung naik kendaraan umum2 gitu ngga capek?' justru kami merasa happy sekali karena bisa sekalian jalan. Belajar pemanasan buat main ke luar lagi kayaknya yah..
Itu sih cerita perjalanan awal ini, kami langsung super duper sibuk hari itu, begitu sampai langsung chaw ke daerah BSD, Bintaro, dan muter2 kesana kemari. Tapi akan di post di next blog post aja insyaAllah kalo luang hahaha.
Tapi kalo balik ke judul dan ditanya gimana rasanya pertama kali pergi sendiri? Di awal perjalanan ini seperti tadi sempat saya bilang, saya merasa ada yang hilang karena udah kebiasaan satu rombongan sirkus kalo pergi, tapi disisi lain saya kayak menemukan saya di masa muda yang emang bisasa banget pergi kesana kemari sendirian. Kayak ada perasaan hangat dari masa lalu yang menyapa dan membuat rasa ini tetap nyaman dan familiar.
Itu sih kurang lebih perjalanan kami, sampai jumpa di postingan lainnya!
With love,
Ghea Safferina Adany
Mampir ke happy project kami disini :
- Wuffyland, aneka produk mainan edukasi anak
- WuffySpace, all in one place for family. Cafe, playground, kids class, curated store.
Tanggal 3 April kemarin, wuffyspace tutup satu hari karena hari itu kita agendakan untuk acara team building, upgrading team, sekaligus tentu saja... buka bersama! Kalo diinget-inget kayaknya hampir ga pernah cerita kehidupan penduduk @lifeatwuffyland disini yah..
Hallo lagi setelah satu tahun lebih nggak pernah menyambangi salah satu comfort zone ku zaman dahulu kala. Jujur kalo boleh dibilang super duper kangen banget nulis disni, apalagi dulu tuh kayak hampir setiap hari pasti buka blog, baca tulisan orang lain atau merekap hal-hal yang terjadi dikehidupan sendiri. Tapi sekarang... hampir ngga pernah buka blogspot, kayanya orang lain udah banyak juga yang nggak rajin nulis, jadi kalo blogwalking agak susah nemu konten baru..
Terus juga tahun-tahun belakangan ini semakin banyak media menulis lain yang lebih mudah diakses. Dulu sih mungkin facebook ya, terus ke instagram, tiktok, youtube, dan juga marketplace sekarang tuh udah kayak media sosial aja. Jadi makin kegeser aja posisi blog ini, meski sejujurnya semua platform tersebut tidak bisa menggantikan sensasi nulis / baca blog yang bisa lebih khidmat karena nggak kebanyakan konten lainnya yang disuguhkan. Cukup buka blog yang pengen kita baca aja..
Kembali nulis disini juga sebenernya tanpa arah dan tujuan hahaha, cuma pengen nulis aja gitu.. Ini lagi nunggu adzan maghrib, alhamdulillah udah masak sup ayam dan aneka lauk sehingga bisa punya waktu sekejap untuk sekedar duduk manis didepan leptop dan menulis.
Rasanya kayak pengen kembali kesini, mungkin soon akan nulis lagi karena sejujurnya kalo dibanding dulu, hari-hari beberapa tahun kebelakang ini justru berwarna-warni dan worth to post gitu loh.. Bukan perkara apa-apa sih, tapi lebih seru aja bisa punya mesin waktu pribadi buat sekedar look back ke masa lalu dan baca apa aja yang dirasakan hari-hari saat itu. Atau ngga misal kafa udah umurnya, dia bisa dengerin cerita kehidupan masa muda Bundanya dengan mudah dari semua tulisan yang ada disini. Karena kalo saya baca ulang kebelakang, saya tuh selalu sejujur itu tiap nulis, wkwk, soalnya sekaligus curhat :")
Sebenernya kenapa hiatus tuh salah satunya juga saya mendadak agak perfeksionis ketika mau post sesuatu, yang mau nulisnya bagus dululah, mau fotonya harus begini begitu, banyak banget stepnya sampe kayak 'aduhlaah ga mungkin juga ini bisa di post ga ada waktunya', padahal setelah mengobrol dengan diri sendiri (asyiiq mulai mendramatisir but it's true!) rasa-rasanya kok ngga perlu sebenernya untuk menjadi sempurna yang gimana-gimana, toh ini kan media dari saya untuk saya?
Tempat saya sedikit mengeluarkan isi kepala, membantu otak dan ingatan untuk mengabadikan hari-hari kedalam cerita dan dokumen visual berupa foto, yang nggak ada juri atau apapun untuk membuatnya harus sempurna, lalu kenapa saya bingung sendiri hai diri?
Padahal selama nggak nulis disini jujur saya kebingungan harus nulis dimana.. karena udah jadi kebiasaan untuk nulis jurnal yang dulu kebantu banget sama blog ini, coba kalo di lookback ke tahun-tahun 2012 kok kayak setiap hari ada aja yang diceriatin.
Jadi kayaknya, saya akan kembali ke blog ini, tanpa merasa harus menjadi sempurna, karena yaaa.. memang tidak perlu 💕
Saya akan banyak bercerita hal-hal yang sudah terlewat dan banyak sekali! Seperti lika-liku memulai bisnis sendiri (padahal dulu pas iseng-iseng zaman appleberry, hoblaa, rumah belajar) tuh masih rajin banget apa-apa ditulis, akhirnya sekarang pas pengen lihat masa lalu udah ngapain aja kan mudah trackingnya.
Mungkin akan banyak juga cerita kehidupan menjadi ibu yang penuh nano-nano ini, kadang mungkin akan review tempat-tempat seru, diwaktu lain juga mungkin akan menjadikan ini sebagai jurnal belajar, biar kalo abis belajar sesuatu bisa punya catetan yang mungkin kepakek juga buat orang lain, dan bisa jadi ini mau dijadikan wadah rekap kegiatan selama homeschooling bersama Kafa Nada.
Ups wait... yes guys! Setelah melalui perjalanan panjang dan penuh deg-deg-an serta berserah pada Allah sekaligus berusaha, akhirnya memutuskan untuk saat ini memilih jalur homeschooling dulu untuk anak-anak, seperti yang sudah saya pelajari dan inginkan dari zaman masih 17 tahun, pengen kalo punya anak nanti HS, tapi ternyata diperjalanannya saya sempat galau dengan diri saya sendiri akhirnya nyoba sekolah, terus ternyata kafa udah nyaman belajar dirumah, ditambah kehidupan kami yang mendadak sering no maden kerana urusan wuffyspace (...yang belum pernah ditulis disini itu), jadiiii kami memutuskan untuk HS, doakan yah!
Ohya ini udah hampir satu tahun, saya punya kesibukan baru selain produksi aneka mainan edukasi anak di wuffyland, juga develop tempat ramah anak yang namanya wuffyspace! Wow udah hampir setahun melakukan hal yang besar bagi diri saya tapi nggak ada disini! Maafkan saya ya blog 😭 padahal dulu kamu tempat cerita number wahid akan segala hal senang-sedih-sendu-galau yang terjadi dalam hidupquww~ (kembali alay hahaha)

Mungkin itu dulu untuk postingan perdana setelah sekian lama, doakan istiqomah menulis lagi, karena sejujurnya saya juga butuh media untuk menulis apa-apa yang ada dikelapa...
Till we meet again in another post (...i hope it will be really soon!)
With love,
Ghea Safferina Adany
29 Maret 2023















%20(1).png)








.png)

Social Icons